Candi Abang tidak memiliki bentuk seperti candi pada umumnya. Di candi ini pengunjung tidak akan menemukan susunan batuan megah dengan pahatan relief, melainkan sebuah gundukan tanah laksana bukit telletubies.

Dalam bahasa Jawa kata abang berarti merah. Candi Abang berarti candi yang merah. Berbeda dengan candi-candi lain yang disusun dari batuan andesit yang berwarna hitam, maka Candi Abang terbuat dari susunan batu bata berwarna merah serupa dengan bangunan candi di Mojokerto. Karena itulah candi ini dinamakan Candi Abang.

Uniknya, bentuk Candi Abang ini tidak menyerupai candi-candi pada umumnya yang megah. Saat ditemukan, Candi Abang hanya berupa gundukan batu bata merah yang menyerupai piramida, dengan alas 36 x 34 meter.